Friday, December 30, 2011

5 Fenomena Alam Unik Yang Terjadi di Tahun 2011

Inilah 5 Fenomena Alam Paling Unik dan Aneh Yang Terjadi di Tahun 2011 - Matahari, bulan, planet, asteroid dan meteor membuat banyak "ulah" pada tahun 2011 ini. Pergerakannya mengitari Matahari serta posisinya relatif terhadap bumi menyuguhkan fenomena langit menarik di tahun 2011.
5 Fenomena Alam Unik Yang Terjadi di Tahun 2011

fenomena-fenomena langit aneh dan unik yang terjadi sepanjang 2011,apa saja fenomena langit paling menarik dan paling menakjubkan tersebut
Berikut rangkuman lima fenomena langit tersebut:
1. Supermoon
Inilah fenomena langit paling menarik perhatian masyarakat tahun 2011. Supermoon adalah fenomena ketika bulan tampak lebih besar dari biasanya. Tepatnya, 7 persen lebih besar. Supermoon terjadi pada Sabtu (19/3/2011) malam dan Minggu (20/3/2011) dini hari.

Supermoon terjadi ketika bulan berada di jarak paling dekat dengan bumi. Jarak antara bulan dan bumi saat itu hanya 356.377 kilometer, 30.000 kilometer lebih dekat daripada jarak rata-rata bulan-bumi.

Supermoon sempat diduga menjadi salah satu sebab gempa dan tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011. Supermoon juga sempat dikaitkan dengan gelombang tinggi. Namun, ilmuwan membuktikan bahwa dampak Supermoon tak begitu signifikan.

2. Gerhana Bulan Total
Ada dua Gerhana Bulan Total yang terjadi di tahun 2011, yakni pada Kamis (16/6/2011) dengan totalitas 100 menit dari pukul 02.22 - 04.02 WIB dan Sabtu (10/12/2011) dengan totalitas 50 menit dari pukul 21.07 - 21.57 WIB.

Saat gerhana bulan total pada bulan Juni terjadi, Kompas.com sempat mengamati bersama anggota Himpunan Astronom Amatir Jakarta. Ketika gerhana hampir usai, Jupiter tampak menghiasi langit. Inilah gerhana bulan total terbaik tahun 2011.

Sementara itu, gerhana bulan total pada bulan Desember relatif tak bisa disaksikan karena mendung dan hujan. Gerhana sama sekali tak tampak di Jakarta. Di Yogyakarta, Gombong dan Samarinda, gerhana masih bisa disaksikan walaupun sedikit terganggu oleh awan.

3. Purnama Jupiter
Bukan hanya bulan yang bisa purnama. Jupiter juga bisa mencapai purnama alias terlihat penuh dan sedikit lebih besar. Purnama Jupiter terjadi saat planet tersebut berada pada jarak paling dekat dengan bumi, yakni 629 juta kilometer. Bumi, Jupiter dan Matahari berada pada satu garis lurus.

Purnama Jupiter terjadi pada Jumat (28/10/2011) lalu. Saat Purnama, Jupiter tampil dengan magnitud 12,8. Planet terbesar di Tata Surya itu bersinar terang hingga terlihat oleh mata telanjang di Jakarta yang polusi cahayanya besar. Puranam Jupiter kali ini merupakan yang terbaik dalam 11 tahun terakhir.

4. Bulan Biru
Ini adalah fenomena langka. Bulan Biru sebenarnya didefinisikan sebagai purnama kedua dalam bulan yang sama, bukan berarti bulan memang tampak biru. Namun, tahun ini, Bulan benar-benar tampak kebiruan.

Fenomena ini disaksikan oleh astronom Ma'rufin Sudibyo saat mengamati gerhana bulan total di Gombong pada Sabtu (10/12/2011). Ma'rufin mengatakan bahwa bulan yang kebiruan disebabkan oleh hasil hamburan ozon.

Fenomena Bulan Biru juga pernah terjadi beberapa tahun setelah Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. Tak hanya Bulan Biru, saat itu matahari pun berwarna lavender.

5. Dua hujan meteor di bulan Ramadhan
Ramadhan penuh berkah. Dan, kali ini berkahnya adalah 2 hujan meteor. Masing-masing adalah hujan meteor Perseids dan Delta Aquarids yang memuncak pada 13 Agustus 2011.

Selain lima fenomena langit tersebut, sebenarnya masih banyak fenomena yang muncul. Salah satunya adalah purnama terkecil atau kebalikan dari Supermoon yang terjadi 11 Oktober 2011. Ada pula komet Lovejoy yang menabrak Matahari, selamat dan akhirnya menampakkan diri menjelang Natal. Sayangnya, banyak fenomena tak bisa disaksikan oleh banyak orang.

Tahun 2012, ada banyak fenomena langit yang bakal bisa disaksikan. Salah satunya adalah Mars yang akan tampak lebih terang karena berada di titik terdekat Bumi pada 5 Maret 2012. Siapkan mata dan teleskop...

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites